Memuat berita...

Penyalahgunaan BBM Subsidi Masih Marak di Pangkalan Baru: Mobil Angkut Ribuan Liter Minyak Diduga Hasil 'Ngerit'Tampung Pakai Jerigen

Bangka Tengah – Praktik penyalahgunaan dan penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi kembali terungkap di wilayah Pangkalan Baru, Bangka Tengah. Di tengah kelangkaan dan kenaikan harga minyak yang dirasakan masyarakat luas, terlihat aktivitas pembongkaran minyak secara ilegal di kawasan Jalan PNPM Beluluk, pada Minggu, 31 Mei 2026.
 
Di lokasi tersebut, terlihat sebuah mobil niaga jenis minibus berwarna hitam dengan nomor polisi BN 1892 CA sedang melakukan proses bongkar muat jerigen berisi BBM di pinggir jalan di area pekuburan cina yang relatif sepi. Seorang saksi mata mengungkapkan, minyak yang diangkut diduga merupakan hasil praktik pengambilan berlebih atau biasa dikenal masyarakat sebagai "ngerit", yang dilakukan di salah satu SPBU yang jaraknya tidak jauh dari lokasi pembongkaran.
 
Terlihat seorang individu mengenakan pakaian berwarna merah sibuk menurunkan puluhan jerigen berisi minyak dari dalam kendaraan. Berdasarkan pengamatan di lapangan dan keterangan warga sekitar, aktivitas serupa diduga sudah berlangsung cukup lama dan kerap dilakukan di titik yang sama, dengan pola operasi yang terjadwal dan terorganisir.
 
Hingga berita ini diturunkan, identitas pemilik kendaraan, pelaku, maupun asal pasti SPBU tempat pengambilan BBM tersebut belum diketahui secara pasti. Namun, modus operandi ini sangat merugikan negara dan masyarakat luas, mengingat BBM subsidi dialokasikan khusus untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat, bukan untuk diperdagangkan secara gelap.
 
Kondisi ini memicu kemarahan dan kekhawatiran publik. Pasalnya, saat ini masyarakat tengah merasakan dampak nyata dari gejolak harga energi dunia akibat ketidakstabilan geopolitik, di mana pasokan BBM kerap langka dan sulit diperoleh di jalur resmi. Di saat rakyat kesulitan mendapatkan minyak, justru ada pihak-pihak yang dengan leluasa menimbun dan mengalihkan pasokan subsidi untuk keuntungan pribadi.
 
Praktik ini jelas merupakan pelanggaran berat terhadap peraturan perundang-undangan di sektor energi yang merugikan keuangan negara dan hak masyarakat. Warga berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait segera turun tangan, melakukan penyelidikan mendalam, dan menindak tegas para pelaku serta jaringan di balik penyalahgunaan ini. Masyarakat menuntut kepastian hukum agar BBM subsidi benar-benar sampai ke tangan yang berhak, dan praktik ilegal ini tidak lagi berulang.
 
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang maupun manajemen SPBU terkait asal muasal BBM yang diperdagangkan secara gelap tersebut. Pemantauan di lapangan masih terus dilakukan untuk menelusuri aliran dan tujuan akhir dari penyaluran minyak ilegal ini.
Baca Juga
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak

Listen
Aa